virus corona – DSLA (Daud Silalahi & Lawencon Associates) https://www.dslalawfirm.com/id Law Firms Specializing in Environmental Law Tue, 28 Jul 2026 16:03:53 +0000 id-ID hourly 1 https://www.dslalawfirm.com/wp-content/uploads/2017/11/DSLA-Logogram-BH.png virus corona – DSLA (Daud Silalahi & Lawencon Associates) https://www.dslalawfirm.com/id 32 32 Virus Corona: Polisi Memburu Penimbun Masker https://www.dslalawfirm.com/id/virus-corona-polisi-memburu-penimbun-masker/ https://www.dslalawfirm.com/id/virus-corona-polisi-memburu-penimbun-masker/#respond Tue, 03 Mar 2020 09:52:42 +0000 https://www.dslalawfirm.com/?p=3630 Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus menyatakan bahwa Kepolisian akan memburu para penimbun masker yang memanfaatkan situasi untuk menjual kembali masker tersebut dengan harga tinggi, dan mengambil keuntungan di saat krisis global virus corona (Covid-19) saat ini.

Respons awal dari kepolisian adalah dengan melakukan patroli siber di banyak toko online yang menjual komoditas tersebut dengan harga yang tidak masuk akal dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

“Yang pertama, memang mereka banyak menjual dengan melalui media online ya, itu akan kami cek semua, tim siber kami akan menyelidiki. Kemudian kami akan mencari para pelaku yang menimbun dan menyelidikinya,” kata pada Senin,.

 

Baca Juga : Perlindungan Hukum Terhadap Profesi yang Dikerjakan

 

Dia menegaskan bahwa penimbun masker akan menghadapi tuntutan pidana, terutama di tengah situasi ini yang secara signifikan meningkatkan permintaan untuk barang-barang tersebut.

“Jangan ambil keuntungan sendiri dan merugikan masyarakat”, sambungnya.

 

Baca Juga : Perizinan Migas : Regulasi dan Prosedurnya

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek kasus penimbunan dan produksi masker ilegal di sebuah gudang di Central Cakung, Jakarta Utara. Yunus juga menyebut Pasal 107 Undang-Undang 7/2014 yang dapat menjerat mereka yang menimbun kebutuhan khusus yang menyebabkan lonjakan harga di tengah krisis global Virus Corona.

Membludak nya pemesanan masker disinyalir akibat adanya kasus pertama virus corona di indonesia, dimana seoarang ibu (64 tahun) dan putrianya (31 tahun)  warga depok, jawa barat tertular virus corona karena kontak dengan Warga Negara Jepang yang datang ke indonesia.

Warga Negara Jepang tersebut terdeteksi virus corona setelah meninggalkan indonesia dan tiba di Malaysia.

 

Source : https://en.tempo.co

]]>
https://www.dslalawfirm.com/id/virus-corona-polisi-memburu-penimbun-masker/feed/ 0
Seiring Peningkatan Penularan Virus Corona secara Global, Indonesia Mengklaim Zero Cases Sejauh Ini https://www.dslalawfirm.com/id/virus-corona-menyebar-indonesia-mengklaim-zero-cases/ https://www.dslalawfirm.com/id/virus-corona-menyebar-indonesia-mengklaim-zero-cases/#respond Tue, 04 Feb 2020 09:55:10 +0000 https://www.dslalawfirm.com/?p=3565 Seiring dengan penularan dan kematian dari virus corona yang berasal dari Wuhan (Cina) yang terus meningkat, Indonesia tetap melaporkan bahwa belum ada kasus yang terkonfirmasi di negara ini hingga Selasa (28 Januari 2020), meskipun kasus dugaan yang tercatat terus berlanjut. Setidaknya delapan pasien di negeri ini – 2 di Bandung, 1 di Sorong, 1 di Sidoarjo, dan 4 di Jawa Tengah masih berada di dalam pantauan setelah dirawat di rumah sakit karena diduga terinfeksi virus corona.

Sementara itu, otoritas Indonesia mengklaim bahwa sejauh ini, setidaknya 12 pasien – kebanyakan turis dari Cina – telah dinyatakan bebas dari virus corona setelah sebelumnya disangka tertular. Salah satu dari pasien tersebut adalah WDZ, 26, yang tadinya dirawat di Rumah Sakit Raden Mattaher di Jambi pada Sabtu dan telah menerima perawatan dalam Ruang Isolasi sejalan dengan terlihatnya gejala demam dan kesulitan bernafas yang dialaminya. Ia sempat berada di Wuhan – pusat penyebaran virus corona – dari tanggal 20 hingga 27 Desember 2019.

 

Baca Juga : RUU Omnibus Law Sudah ditandangani Jokowi untuk Dibahas di DPR

 

Staf ahli Menteri Kesehatan, Kuwat Sri Hudoyo Selasa kemarin mengkonfirmasi bahwa Provinsi Jambi masih bebas dari virus tersebut.

“Virus corona bukan musuh kita, musuh kita saat ini adalah informasi yang membuat publik panik”, kata Kuwat di Kota Jambi, Selasa.

Jenis virus corona baru yang menyerang sistem pernafasan manusia mirip dengan severe acute respiratory syndrome (SARS), telah membunuh 107 orang di Cina dan menginfeksi lebih dari 4,500 orang di dunia hingga saat ini, mengacu pada the John Hopkins Center for System Sciences and Engineering. Negara-negara tetangga Indonesia telah dilaporkan mengkonfirmasi kasus-kasus penularan virus corona, antara lain: 8 kasus di Thailand, masing-masing 5 kasus di Singapura dan Australia, 4 kasus di Malaysia, 2 di Vietnam dan 1 kasus di Kamboja, seperti apa yang dilaporkan oleh Reuters.

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengomentari pula hal ini pada hari Selasa. Menurutnya, Provinsi yang dipimpinnya masih saman dari virus corona.

“Puji Tuhan, kita masih aman dari penyebaran virus. Untuk mengantisipasinya, kita harus bergerak cepat membentuk tim untuk mengkoordinasi, khususnya pintu-pintu masuk ke Sumatra Utara seperti Bandara, dimana keamanan harus ditingkatkan”, kata Edy.

Ia meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak percaya akan berita yang belum terverifikasi terkait virus ini. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah akan menyediakan langkah-langkah pencegahan sehingga kita tidak tertular virus mematikan itu.”

Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Utara, Alwi Mujahit Hasibuan menyatakan bahwa Dinas saat ini berfokus dalam mengawasi pendatang di provinsi, khususnya yang datang dari Cina, dengan menggunakan thermal scanners and microbolometers yang dapat mengukur partikel kecil dengan mendeteksi radiasi infra merah. Alwi menyatakan bahwa dengan dua alat tadi, otoritas dapat mendeteksi mereka yang terinfeksi oleh virus.

Sumber: As number of coronavirus infections grow globally, Indonesia claims zero cases so far. The Jakarta Post, Wednesday, January 29 2020.

]]>
https://www.dslalawfirm.com/id/virus-corona-menyebar-indonesia-mengklaim-zero-cases/feed/ 0